Kamis, 11 November 2010

Obat Respirasi

Nama  : Evi Restiyani
Kelas   : E/KP/VII
Nim     : 04.07.1851
Dosen  : Sugeng Djitowiyono S.kep, Ns

MACAM- MACAMOBAT RESPIRASI :

  •       ASMASOLON

komposisi:
Efedrin HCl..................... 12,5 mg
Teofilin anhidrat................ 130 mg

INDIKASI

Asma bronkhial, bronkhitis asmatik, bronkhitis kronis dengan emfisema, bronkhospasme emfisematosa, asma akibat rinitis alergi.

KONTRA INDIKASI
• Hipertiroidisme, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular (jantung danpembuluh darah), glaukoma sudut tertutup, pembesaran prostat.
• Ulkus peptikum.
• Penggunaan bersama dengan MAOI (penghambat mono amin oksidase).

PERHATIAN
• Pasien dengan hipoksemia (keadaan kadar oksigen darah yang menurun), gangguan ginjal dan hati.
• Kehamilan, menyusui.
• Anak-anak & lansia. 
Interaksi obat :
- efek Efedrin dihilangkan oleh Guanetidin, Metildopa, Reserpin.
- efek yang menekan efek Asmasolon dipertinggi oleh obat-obat penghambat mono amin oksidase.
- Xantin dapat meningkatkan rangsangan pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh simpatomimetik dan ekskresi Lithium dan Fenitoin.
- Xantin dan ß-bloker saling mengantagonis.

             EFEK SAMPING
             Mual, muntah, diare, sakit kepala, insomnia (sulit tidur), berdebar, takhikardia, aritmia     ventrikular. 

            KEMASAN 
            Tablet 25 x 4 biji.


            DOSIS 

                 • Dewasa    : 3-4 kali sehari 1-2 tablet.
                 • Anak-anak : ½-1 tab sampai dengan 2 kali sehari.

            PABRIK :
                      Probus
  •      AMBROXOL SYRUP

GOLONGAN : K

KANDUNGAN :
Tiap 5 ml mengandung Ambroxol HCl/Ambroksol HCl 15 mg

INDIKASI :
Kelainan saluran pernafasan akut & kronik yang berhubungan dengan sekresi bronkhial yang abnormal, terutama pada bronkhitis kronik yang memburuk, bronkhitis asmatik, asma bronkial.

PERHATIAN :
Kehamilan, menyusui.

EFEK SAMPING :
Gangguan pada saluran pencernaan yang bersifata ringan, reaksi alergi.

KEMASAN & NO REG. :
Botol 60 mL, GKL 9720921737A1




DOSIS :
- Dewasa & anak yang berusia di atas 12 tahun : 3 kali sehari 10 ml (pengobatan jangka panjang).
- Anak berusia 5-12 tahun : 2-3 kali sehari 5 ml.
- Anak berusia 2-5 tahun : 3 kali sehari 2,5 ml.
- Anak berusia kurang dari 2 tahun : 2 kali sehari 2,5 ml.


PENYAJIAN :
Dikonsumsi bersamaan dengan makanan
PABRIK :
INDOFARMA


  •       QUIBRON-T/SR

              KOMPOSISI
              Theophyllin / Teofilin anhidrat.

              INDIKASI
             Pengobatan gejala-gejala bronkhospasme yang berhubungan dengan asma bronkhial, bronkhitis kronis, & emfisema pulmonar.

             KONTRA INDIKASI
            Ulkus peptikum, gastritis aktif, kerusakan ginjal atau hati yang parah.

            PERHATIAN

            Kehamilan, anak-anak, usia lanjut, penyakit paru, jantung dan pembuluh darah, ginjal, atau hati.

            MEKANISME KERJA:
            bisa meningkatkan perangsangan susunan saraf pusat yang disebabkan oleh simpatomimetik dan ekskresi Litium dan Fenitoin hingga
menurunkan keampuhan zat-zat tersebut. Peningkatan kadar Teofilin dalam plasma bisa terjadi jika digunakan dengan Simetidin, Allopurinol, Eritromisin.Xantin dan ß-bloker bisa saling mengantagonis satu sama lain toksisitas Digitalis bisa meningkat
 
EFEK SAMPING
Gangguan saluran pencernaan, kegugupan, sering berkemih.

INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL

Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang  terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.

KEMASAN

Tablet terbagi 300 mg x 100 biji.




DOSIS
Dewasa                                               :  2/3-1 tablet tiap 12 jam.
Remaja berusia 12-16 tahun                 : 2/3 tablet tiap 12 jam.
Anak berusia 9-12 tahun                     : ½ tablet tiap 12 jam.
Anak berusia kurang dari 9 tahun       : 1/3 tablet tiap 12 jam.

PENYAJIAN
Dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau tidak

PABRIK
Bristol-Myers Squibb.
  • SALBRON 4 mg

      GOLONGAN GENERIK
Per tablet : Salbutamol Sulfat.

INDIKASI
Asma bronkhial, bronkhitis kronis, emfisema, & kondisi bronkhospastik lain.

PERHATIAN
Hipertiroidisme, penyakit jantung dan pembuluh darah, aneurisme (pelebaran pembuluh darah setempat saja, karena salah perkembangan ataukemunduran dinding pembuluh), diabetes melitus, glaukoma sudut tertutup.Pasien yang mendapat antihipertensi atau menggunakan anestesi halogen.Interaksi obat : efek terantagonis oleh Propranolol dan pemblok ß-adrenoreseptor lain serta dipertinggi oleh penggunaan bersama dengan Xantin.

EFEK SAMPING
Gemetar halus pada otot skelet terutama pada tangan, berdebar, dan kadang-kadang kram otot.

KEMASAN
Tablet 2 mg x 100 biji.







DOSIS
Dewasa                                               : 3-4 kali sehari 2-4 mg
Anak berusia 6-12 tahun                     : 3-4 kali sehari 2 mg.
Anak berusia 2-6 tahun                       : 3-4 kali sehari 1 mg.
       
  •         SALBUVEN EXPECTORAN SYR

GOLONGAN GENERIK
Salbutamol Sulfate 1 mg, guaiphenesin 50 mg Per 5 mL

INDIKASI
Pengobatan gangguan saluran nafas dengan bronkospasme dan sekresi berlebihan dari mukus yang kental merupakan faktor komplikasi, seperti pada asma bronkial, bronkitis dan emfisema.

PERHATIAN

Hipertiroidisme, penyakit koroner termasuk hipertensi, gangguan korener dan DIabetes Mellitus. Digunakan bersama dengan â-bloker.

Mekanisme kerja obat:

Mono Amine Oksidase Inhibitur dan antidepresan trisiklik berpotensisasi dengan dengan salbutamol pada sistem vaskuler.

EFEK SAMPING
Tremor pada otot skeletal, seperti tangan, takikardia, palpitasi dan vasodilatasi perifer, sakit kepala, gangguan gastro intestinal dan mengantuk.

KEMASAN
Syrup 100 mL








DOSIS
Dewasa dan Anak usia 14 tahun 2-4 tahun    : 2-4 sendok teh.
Anak usia 6-14 tahun                                      : 2 sendok the
Anak usia 2-6 tahun                                        : 1-2 sendok teh. Masing-masing diberikan 2-3 kali
                                                                          sehari


P      PERAN PERAWAT DALAM PEMBERIAN OBAT-OBAT TERSEBUT ADALAH :
-          - Peran optimalisasi dalam pemberian obat kepada pasien
-          - Peran mencari masalah tindak lanjut setelah obat tersebut diberikan kepada pasien
-          - Peduli terhadap pasien tentang apa yang dikeluhkan,berkaitan dengan obat tersebut
-          - Melakukan Pengkajian klinis yang rasional
-          - Menerapkan prinsip 5 benar
-          - memberikan manfaat maksimal dengan bahaya minimal






 Created By Evi Restiyani
 Email           : evirestiyani@yahoo.co.id 
 Blog             : http://eviclinical.blogspot.com





Tidak ada komentar:

Posting Komentar